Kodim 0311/Pesisir Selatan Tingkatkan Produksi Gabah

Painan, (Antara) – Komando Distrik Militer (Kodim) 0311/Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya meningkatkan hasil produksi gabah di daerah itu sebagai bentuk dukungan dalam mencapai swasembada pangan secara nasional dalam waktu tiga tahun ke depan.

Komandan Kodim 0311 Pesisir Selatan Letnan Kolonel (Letkol) Inf Joko Maryanto pada demplot sistem penanaman padi sebatang dalam kegiatan pencanangan program swasembada pangan di Kecamatan Bayang, daerah setempat, Kamis, mengatakan mencapai target secara nasional tersebut, pada 2015 kabupaten itu mendapat target produksi padi (gabah) sebanyak 315 ribu ton, tahun 2016 sebanyak 327 ribu ton dan 2017 sebanyak 314 ribu ton.

Sedangkan untuk tanaman jagung, Pesisir Selatan mendapat target produksi sebanyak 139 ribu ton, pada 2015, tahun 2016 sebanyak 158 ribu ton dan 2017 sebanyak 190 ribu ton.

Dalam rangka meningkatkan produksi pangan tersebut, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan irigasi tertier di Pesisir Selatan, pada 2015 sebesar Rp9,9 miliar.

Untuk periode Februari – Maret 2015 anggaran tersebut akan diturunkan kepada 50 kelompok tani di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Bayang sebanyak 14 kelompok tani, IV Jurai enam kelompok, Batangkapas 17 kelompok, Sutera enam kelompok, Airpura tiga kelompok, dan Pancung Soal empat kelompok.

Dalam pengerjaanya, anggaran tersebut akan diturunkan melalui rekening kelompok tani dan mendapat pendampingan serta pengawasan dari para Bintara Pembina Desa (Babinsa) pada Komando Rayon Militer (Koramil) masing-masing kecamatan.

Sedangkan untuk dukungan optimalisasi penggunaan lahan (OPL) kabupaten itu mendapat anggaran dari pemerintah pusat sebanyak Rp7,32 miliar. Anggaran tersebut untuk pengadaan hand traktor roda dua sebanyak 81 unit termasuk dukungan petugas dan kelembagaan yang terkait.

Sementara Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pesisir Selatan Erizon, mengatakan, pada 2014 target tanam, khususnya tanaman pangan di Pesisir Selatan seluas 59.448 hektare dan panen seluas 61.035 hektare dengan produksi sebanyak 313.654 ton atau naik dari 2013 sebesar 16,48 persen.

Kanaikan produksi tersebut berkat tingginya produktivitas dengan kegiatan Sekolah Lapang, Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) dan gerakan pemakaian benih unggul oleh petani.

Berdasarkan data penggunaan lahan, luas sawah di kabupaten itu 30.444 hektare, terdiri dari 20.834 hektare sudah berpengairan, seluas 8.834 hektare lahan sawah tadah hujan dan 356 hektare lahan sawah pasang surut serta 320 hektare sawah lebak yang ditanam padi satu kali dalam setahun.

Ia mengatakan, saat ini petani di kabupaten itu masih belum sepenuhnya berdaya karena berada dalam posisi lemah, baik dalam penyediaan modal maupun teknologi. (*/jun)

Berita Sebelumnya